Perusahaan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, tengah menyiapkan diri menyambut pencatatan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam rangkaian Update IPO CDIA Jelang Listing, pelaku pasar turut memantau seluruh rangkaian proses mulai dari penawaran, penjatahan, hingga prospektus penggunaan dana yang dirancang matang.
Timeline Penting dalam Update IPO CDIA Jelang Listing
Beberapa rangkaian penting IPO CDIA yaitu:
Masa Penawaran dan Harga Saham
Penawaran saham perdana CDIA dibuka sejak 2 Juli hingga 7 Juli 2025, dengan batas akhir pengajuan di pukul 12.00 WIB tanggal 7 Juli. Dalam kegiatan itu, harga yang ditetapkan adalah Rp190 per saham, sehingga investor hanya membutuhkan modal minimal Rp19.000 untuk memulai investasi (100 saham).
Penjatahan dan Distribusi Saham
Setelah masa penawaran berakhir, tahap penjatahan dilakukan pada tanggal 7 Juli, dilanjutkan proses distribusi saham pada 8 Juli. Kemudian, saham CDIA akan memasuki tahap pencatatan resmi di BEI pada 9 Juli 2025. Ini menjadi momen penting dalam rangkaian Update IPO CDIA Jelang Listing.
Beli Saham e-IPO di M-STOCK
Bagi Anda yang tertarik beli e-IPO CDIA, prosesnya kini makin mudah lewat aplikasi investasi seperti M-STOCK dari Mirae Asset Sekuritas. Platform ini menyediakan fitur e-IPO, analisis emiten, dan transaksi real-time.
Dengan e-IPO, Anda bisa mengikuti seluruh proses penawaran saham seperti PSAT secara digital tanpa ribet, cukup lewat ponsel atau desktop Anda. Klik banner di bawah ini untuk mengikuti IPOnya.
Kapasitas Penawaran dan Hasil IPO
Adapun minat tinggi IPO CDIA sangat tinggi sehingga:
Jumlah Saham dan Dana yang Dihimpun
Dalam IPO ini, CDIA menawarkan 12,48 miliar saham, setara dengan 10% dari total modal ditempatkan. Dari penawaran tersebut, perusahaan berhasil menghimpun dana sekitar Rp2,37 triliun, sebuah prestasi yang cukup signifikan untuk tahap awal pencatatan.
Tingginya Antusiasme Investor (Oversubscription)
Satu tambahan poin penting dalam Update IPO CDIA Jelang Listing adalah fenomena oversubscribed: permintaan saham membengkak hingga lebih dari 400 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan. Sebanyak Rp30 triliun lebih dana masuk, jauh melebihi target. Hal ini menunjukkan betapa besar minat investor terhadap saham CDIA.
Rencana Dana IPO dan Alokasi Investasi
Rencana penggunaan dana IPO yaitu:
Modal Kerja untuk Unit Logistik
Sebagai bagian dari prospektus resmi, sekitar Rp871,75 miliar dari hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja anak usaha di sektor logistik. Ini mendukung visi perusahaan untuk memperkuat pilar distribusi dan efisiensi rantai pasok.
Ekspansi di Pelabuhan dan Penyimpanan
Sisa dana sebesar Rp1,48 triliun akan dipakai untuk memperluas usaha di bidang pelabuhan dan penyimpanan. Rencana ini mempertegas langkah CDIA menempatkan pijakan kuat di sektor infrastruktur.
Fokus Bisnis dan Kontrak Jangka Panjang
PT CDIA menegaskan posisi bisnisnya di sektor infrastruktur terintegrasi: energi, air, pelabuhan, logistik, dan penyimpanan. Selain itu, model bisnisnya sangat mengandalkan kontrak jangka panjang dengan berbagai mitra besar, menjanjikan arus kas yang relatif stabil dan potensi menarik bagi investor.
Kapan Muncul di Portofolio?
Lalu kapan muncul di portfoliomu? Cek tipsnya berikut:
Pantau Melalui Platform M‑STOCK
Investor yang menggunakan platform M‑STOCK (pengganti istilah sebelumnya “Bareksa Saham”) bisa memantau penjatahan saham secara detail sejak 7 Juli, serta perubahan portofolio setelah saham resmi tercatat di 9 Juli. Lakukan monitoring reguler agar siap bergerak merespons volatilitas harga.
Pelajari Prospektus Secara Menyeluruh
Prospektus menyajikan gambaran penggunaan dana, strategi pertumbuhan, hingga struktur kepemilikan dan risiko. Kenali data seperti alokasi dana, struktur operasional, dan profil risiko untuk mengambil keputusan yang berdasar.
Tentukan Strategi Setelah Listing
Segment investor berbeda memiliki tujuan yang berbeda pula, antara lain:
- Trader: mencari momentum fluktuasi harga harian/weekly.
- Investor jangka panjang: menanti potensi eksponensial dari model bisnis jangka panjang infrastruktur CDIA.
Apa yang Membuat “Update IPO CDIA Jelang Listing” Menarik?
- Investor tampak antusias: oversubscription hingga 400 kali menunjukkan kepercayaan tinggi.
- Modal investasi terjangkau: hanya dengan Rp19.000, investor pemula bisa masuk.
- Proyek matang dan terukur: dana digunakan untuk infrastruktur strategis, menandakan bisnis yang kuat secara fundamen.
- Pengawasan publik tinggi: pelaku pasar tetap menunggu pencatatan untuk melihat bagaimana kekuatan permintaan saat saham mulai diperdagangkan.
Proyeksi Pasca Listing dan Rekomendasi
Setelah saham CDIA resmi melantai di bursa pada 9 Juli 2025, investor dapat melakukan evaluasi awal berdasarkan:
- Pergerakan harga saat opening bell: apakah positif, netral, atau korektif.
- Volume perdagangan hari-hari awal: apakah likuiditasnya cukup?
- Sentimen pasar terhadap pilar bisnis utama (logistik, pelabuhan, penyimpanan).
Berdasarkan kondisi tersebut, investor dapat menyesuaikan strategi—apakah akan hold jangka panjang atau cut loss jika terjadi koreksi tajam.
Penutup
Dalam Update IPO CDIA Jelang Listing, terdapat misi yang jelas sekaligus peluang potensial: harga saham cukup ramah, penggunaan dana fokus ke bisnis infrastruktur, dan permintaan sangat tinggi dari investor. Gunakan platform M‑STOCK dan pelajari prospektus dengan seksama sebagai fondasi keputusan.
Ingat, selisih antara strategi cermat dan spekulasi terlihat ketika pasar bereaksi terhadap pencatatan perdana. Selamat menyambut momentum dan semoga sukses merengkuh peluang IPO CDIA!
Sumber gambar utama: SWA.co.id