4 Fakta IPO MERI: Auto ARA di Hari Pertama

Fakta IPO MERI

Ketika tokoh motivator sekaliber Merry Riana membawa perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), perhatian publik pun langsung tertuju. IPO PT Merry Riana Education Tbk (kode saham: MERI) bukan sekadar langkah bisnis biasa, melainkan bagian dari perjalanan yang lebih besar: menyatukan edukasi, motivasi, dan investasi ke dalam satu visi.

Melalui IPO ini, MERI tidak hanya membuka lembaran baru bagi perusahaan, tapi juga memberikan peluang bagi masyarakat luas untuk ikut serta dalam transformasi dunia pendidikan Indonesia. Mari kita ulas di artikel berikut ini.

Initial Public Offering (IPO) merupakan proses ketika perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik di pasar modal. Dalam hal ini, MERI resmi menjadi perusahaan terbuka dan terdaftar di BEI pada Juli 2025, dan langsung mencuri perhatian.

Fakta IPO MERI yang Wajib Anda Tahu

Beberapa fakta penting dan cukup mengejutkan pada saat IPO MERI yaitu:

Langsung Melonjak di Hari Pertama

Begitu resmi tercatat di BEI, saham MERI langsung melesat 34,38% ke level Rp 172 per saham, hanya dalam hitungan jam. Karena lonjakan ini, saham MERI langsung menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA)—sebuah sistem pengaman dari BEI agar harga saham tidak naik terlalu ekstrem dalam waktu singkat.

Ini menandakan bahwa investor melihat potensi besar dari MERI, meski usianya sebagai emiten masih seumur jagung.

Harga IPO yang Kompetitif

MERI melepas sebanyak 235 juta saham baru ke publik dengan harga penawaran sebesar Rp 128 per saham. Dengan harga yang cukup terjangkau ini, MERI berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 30,1 miliar selama masa penawaran umum dari tanggal 2 sampai 8 Juli 2025.

Bagi investor ritel, harga ini sangat ramah kantong. Dan bagi perusahaan, dana tersebut menjadi amunisi untuk mengakselerasi ekspansi.

Kinerja Keuangan yang Tangguh

Data keuangan per 31 Desember 2024 menunjukkan performa bisnis yang sehat:

  • Pendapatan usaha: Rp 35,81 miliar
  • Laba usaha: Rp 9,29 miliar
  • Total aset: Rp 23,48 miliar
  • Liabilitas: Rp 11,71 miliar
  • Ekuitas: Rp 11,77 miliar

Dengan struktur modal yang cukup seimbang, MERI menunjukkan fondasi keuangan yang solid sebelum memasuki pasar publik.

Fokus pada Pendidikan & Pengembangan SDM

MERI bukan perusahaan biasa. Sebagai holding, MERI membawahi berbagai anak usaha di bidang kursus dan pelatihan. Mereka bergerak di area pengembangan soft skill, pelatihan bahasa, motivasi, public speaking, hingga persiapan karier.

Fokus ini membuat MERI menempati ceruk pasar yang terus berkembang, terutama di tengah tren peningkatan kompetensi pribadi dan profesional di era digital.


Beli Saham e-IPO di M-STOCK 

Bagi Anda yang tertarik beli e-IPO CDIA, prosesnya kini makin mudah lewat aplikasi investasi seperti M-STOCK dari Mirae Asset Sekuritas. Platform ini menyediakan fitur e-IPO, analisis emiten, dan transaksi real-time.

Dengan e-IPO, Anda bisa mengikuti seluruh proses penawaran saham seperti PSAT secara digital tanpa ribet, cukup lewat ponsel atau desktop Anda. Klik banner di bawah ini untuk mengikuti IPOnya.


Rencana Pasca-IPO: Apa yang Akan Dilakukan MERI?

Setelah dana IPO masuk, MERI tidak tinggal diam. Beberapa langkah strategis yang tengah disiapkan adalah:

  • Perluasan cabang lembaga pelatihan ke kota-kota baru
  • Digitalisasi layanan edukasi melalui platform e-learning
  • Pengembangan program pembelajaran berbasis kompetensi
  • Investasi di sektor teknologi pendidikan

Dengan langkah-langkah ini, MERI menargetkan peningkatan jangkauan layanan dan efisiensi operasional. Transformasi digital juga jadi kunci untuk menjangkau pelajar di luar wilayah perkotaan.

Kenapa IPO MERI Begitu Menarik?

Saham MERI cukup menarik, beberapa alasannya yaitu:

Nama Besar di Balik Perusahaan

Merry Riana bukan sekadar tokoh publik. Ia adalah simbol keberhasilan, kerja keras, dan pendidikan berbasis motivasi. Nama besarnya menjadi daya tarik tersendiri, apalagi perusahaan yang ia pimpin bergerak di bidang edukasi—sesuatu yang sangat melekat dengan citranya.

Potensi Pasar Pendidikan yang Masif

Industri pendidikan dan pelatihan tidak mengenal kata usang. Di tengah perubahan zaman, kebutuhan belajar—baik secara formal maupun informal—terus meningkat. MERI berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan momentum ini.

Model Bisnis yang Fleksibel

Sebagai perusahaan holding, MERI punya fleksibilitas tinggi untuk mengembangkan atau mengakuisisi bisnis baru tanpa harus mengubah struktur utama. Ini memberi ruang gerak yang luas dalam pengembangan produk dan jangkauan layanan.



MERI Jadi Emiten ke-21 di Tahun 2025

Sampai dengan pertengahan 2025, MERI tercatat sebagai perusahaan ke-21 yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Ini menunjukkan bahwa aktivitas IPO tetap hidup meskipun kondisi ekonomi global tidak selalu stabil.

Masuknya MERI juga memperkaya variasi sektor di BEI, terutama dari sektor pendidikan yang selama ini belum terlalu ramai.

Tantangan yang Mungkin Dihadapi

Meski prospek terlihat cerah, investor tetap harus mempertimbangkan sejumlah tantangan yang mungkin dihadapi oleh MERI:

  • Persaingan ketat dari lembaga pelatihan lain, baik lokal maupun global
  • Konsistensi eksekusi strategi digitalisasi
  • Perubahan kebijakan pendidikan dari pemerintah
  • Keterbatasan SDM berkualitas di daerah ekspansi baru

Namun, dengan pendekatan bisnis yang tepat dan komitmen terhadap inovasi, MERI diyakini mampu mengelola risiko-risiko ini dengan baik.

Fakta IPO MERI Bukan Sekadar Angka

IPO MERI bukan sekadar momen finansial. Ini adalah wujud nyata dari mimpi panjang seorang Merry Riana yang kini bertransformasi menjadi entitas bisnis berbasis pendidikan. Dari kenaikan harga saham di hari pertama, performa keuangan yang positif, hingga strategi ekspansi yang menyasar digitalisasi, semua fakta IPO MERI menunjukkan bahwa ini adalah langkah serius dan terencana.

Bagi para investor, ini adalah peluang untuk ikut serta dalam sektor pendidikan yang punya masa depan cerah. Bagi dunia bisnis, ini adalah bukti bahwa edukasi bisa menjadi lahan investasi yang tak kalah menjanjikan dibanding sektor teknologi atau keuangan. Dan bagi generasi muda? Mungkin ini saatnya belajar bukan hanya dari kata.



  • Sumber gambar utama: metrotvnews.com
  • Sumber data: investor.com