Daftar Saham 9 Naga: Gurita Bisnis Konglomerat Indonesia

daftar saham 9 naga

Dalam lanskap ekonomi Indonesia yang penuh dinamika, terdapat sekelompok konglomerat yang tak hanya menguasai perusahaan-perusahaan besar, namun juga memiliki pengaruh mendalam dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa. Kelompok ini dikenal luas dengan sebutan “9 Naga”—istilah yang menggambarkan kekuatan tersembunyi di balik perputaran roda ekonomi nasional.

Meski tidak secara resmi diumumkan siapa saja yang termasuk dalam kelompok ini, publik dan para pengamat bisnis telah lama mengidentifikasi sembilan tokoh yang memiliki jaringan kekuasaan ekonomi yang luas, bahkan hingga ranah politik dan sosial. Mereka memiliki kendali atas saham-saham strategis di sektor keuangan, properti, transportasi, hingga industri konsumsi yang digunakan oleh jutaan masyarakat setiap harinya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam daftar saham 9 Naga yang menggambarkan seberapa dalam dan luas pengaruh para konglomerat ini di Indonesia.

Robert Budi Hartono – Pewaris Kerajaan Djarum dan Pemilik Mayoritas Saham BCA

Salah satu nama yang hampir tak pernah absen dari daftar orang terkaya Indonesia adalah Robert Budi Hartono, pemilik Grup Djarum. Konglomerasi ini bukan hanya dikenal sebagai produsen rokok, tetapi juga memiliki portofolio luas mulai dari elektronik (Polytron), e-commerce (Blibli), hingga perbankan.

Melalui perusahaan investasi PT Dwimuria Investama Andalan, Budi Hartono menguasai lebih dari 54% saham di Bank Central Asia (BCA)—salah satu bank swasta terbesar dan paling menguntungkan di Asia Tenggara. Di luar itu, beliau juga memiliki investasi strategis di sektor media dan olahraga, termasuk kepemilikan klub sepak bola Como 1907 di Italia.

Rusdi Kirana – Sang Raja Maskapai Penerbangan

Dikenal sebagai pendiri dan penggerak utama di balik Lion Air Group, Rusdi Kirana telah menciptakan jaringan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. Grup ini menaungi sejumlah merek ternama seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air, hingga ekspansi ke Malaysia melalui Malindo Air dan Thailand dengan Thai Lion Air.

Walaupun belum melantai di bursa, Lion Air Group tengah bersiap melakukan IPO, yang menandakan rencana besar untuk meningkatkan likuiditas dan memperluas ekspansi bisnisnya secara global.



Sofjan Wanandi – Diversifikasi Bisnis di Berbagai Sektor Strategis

Lewat Santini Group, Sofjan Wanandi berhasil mengembangkan gurita bisnisnya ke berbagai sektor penting seperti properti, industri otomotif, farmasi, dan pertambangan bauksit di Kalimantan. Tak hanya itu, ia juga sempat memiliki saham di klub sepak bola Inggris, Tranmere Rovers.

Kepiawaiannya dalam menjalin relasi politik dan bisnis membuatnya menjadi tokoh yang diperhitungkan dalam peta kekuatan ekonomi nasional.

Edwin Soeryadjaya – Pewaris Astra dan Pendiri Saratoga

Putra dari pendiri Astra, William Soeryadjaya, Edwin kini menjadi pemain utama dalam dunia investasi melalui PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Ia juga memiliki keterlibatan penting dalam pengembangan bisnis PT Astra International Tbk, salah satu perusahaan terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia.

Selain sektor otomotif, Edwin turut membangun Ortus Group yang berfokus pada portofolio investasi di berbagai industri berkembang.

Jacob Soetoyo – Raja Properti dan Pemilik Media

Nama Jacob Soetoyo mungkin tidak sepopuler nama-nama lain di media, namun kekuatan bisnisnya tidak kalah besar. Ia memiliki saham dominan sebesar 77% di PT Alakasa Industrindo Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang industri aluminium.

Selain itu, ia juga terlibat dalam sektor media melalui kepemilikan di Surya Citra Media, serta memiliki berbagai proyek properti di kawasan elit Jakarta seperti Segitiga Emas. Jacob juga tercatat sebagai dewan pengawas di lembaga pemikir strategis CSIS.

James Riady – Meneruskan Imperium Lippo Group

Sebagai pewaris dan pemimpin dari Lippo Group, James Riady telah memperluas jangkauan bisnis keluarganya ke berbagai sektor—mulai dari properti (Lippo Karawaci), layanan kesehatan (Siloam Hospitals), ritel (Hypermart), pendidikan (Pelita Harapan), hingga ke sektor keuangan dan media.

Lippo Group memiliki portofolio saham yang tersebar luas, baik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia maupun internasional, menjadikannya salah satu konglomerasi paling beragam di Asia Tenggara.

Tomy Winata – Bisnis Terintegrasi dari Keuangan hingga Telekomunikasi

Melalui Artha Graha Group, Tomy Winata dikenal sebagai sosok yang membangun bisnis dari bawah hingga menjadi pemain besar dalam sektor perbankan (Bank Artha Graha Internasional), properti (SCBD dan Hotel Borobudur), serta pertambangan dan telekomunikasi.

Grup ini juga memiliki portofolio di bidang hiburan dan media, menciptakan ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir.



Anthony Salim – Jaringan Bisnis yang Mendunia

Salim Group, yang dipimpin oleh Anthony Salim, merupakan salah satu konglomerasi tertua dan terbesar di Indonesia. Merek-merek seperti Indofood, Bogasari, dan Indomie adalah bagian dari lini produk mereka yang sudah mendunia.

Selain itu, Anthony juga memiliki saham di sektor energi (PT Amman Mineral Internasional Tbk/AMMN) dan properti (PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk/PANI). Di sektor perbankan, ia sempat tercatat sebagai pemegang saham di BCA sebelum kemudian dilepas.

Dato Sri Tahir – Fokus pada Kesehatan dan Keuangan

Dato Sri Tahir mendirikan dan membesarkan Mayapada Group, konglomerasi yang memiliki portofolio bisnis di layanan kesehatan (rumah sakit), perbankan (Bank Mayapada Internasional Tbk/MAYA), serta asuransi.

Ia dikenal sebagai pengusaha dermawan yang juga aktif dalam kegiatan sosial dan filantropi, serta menjadi tokoh penting dalam pengembangan bisnis layanan kesehatan di Indonesia.

Keterlibatan Politik dan Sosial

Selain peran besar mereka di dunia bisnis, sebagian dari para anggota 9 Naga juga memiliki keterlibatan langsung dalam dunia politik, pemerintahan, dan lembaga sosial. Beberapa di antaranya pernah menjabat sebagai duta besar, penasihat presiden, hingga pemilik yayasan pendidikan dan kesehatan yang berpengaruh.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan 9 Naga tidak hanya sebatas ekonomi, namun juga turut memengaruhi arah kebijakan dan keputusan penting di level nasional.

Penutup

Dengan memahami daftar saham 9 Naga, kita bisa melihat dengan lebih jernih siapa saja yang berada di balik kendali perusahaan-perusahaan besar yang menggerakkan roda ekonomi nasional. Mereka bukan sekadar investor, tapi aktor utama yang membentuk masa depan bisnis dan industri di Indonesia.

Meski publik sering kali hanya melihat nama perusahaan di permukaan, namun mengenali siapa pemegang saham utamanya bisa memberikan gambaran lebih luas tentang strategi, arah kebijakan, dan stabilitas ekonomi nasional. Dengan wawasan ini, para investor, pengusaha, hingga masyarakat umum bisa mengambil keputusan yang lebih bijak dan strategis.