PT Darma Henwa Tbk (kode saham: DEWA) kembali menjadi sorotan pasar pada akhir Desember 2025 karena nilai transaksi yang tinggi dan kenaikan harga saham yang signifikan. Bagi investor dan pengamat pasar modal, memahami siapa saja yang menguasai saham DEWA adalah bagian penting dalam membaca arah saham ini ke depan.
Artikel ini menyajikan Daftar Pemegang Saham DEWA yang terbaru, lengkap dengan peran masing‑masing pemilik saham, siapa yang menjadi pengendali, dan bagaimana struktur kepemilikan ini dapat memengaruhi dinamika perusahaan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Siapa Pemegang Saham DEWA Saat Ini?
Berdasarkan data terbaru dari laporan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 30 November 2025, struktur pemegang saham PT Darma Henwa Tbk menunjukkan kombinasi antara institusi investasi lokal dan asing, serta mayoritas saham yang dimiliki oleh publik.
Berikut adalah rincian lengkap pemegang saham utama:
Goldwave Capital Limited
- Jumlah saham: 3,81 miliar
- Persentase kepemilikan: 9,38%
Goldwave Capital Limited merupakan salah satu pemegang saham terbesar di DEWA. Kepemilikan yang signifikan ini menempatkan mereka sebagai pemain utama dalam struktur saham perusahaan.
PT Andhesti Tungkas
- Jumlah saham: 3,80 miliar
- Persentase kepemilikan: 9,33%
PT Andhesti Tungkas menempati posisi yang hampir sejajar dengan Goldwave Capital, menunjukkan adanya diverifikasi modal domestik yang kuat di dalam struktur DEWA.
Zurich Asset International
- Jumlah saham: 2,51 miliar
- Persentase kepemilikan: 6,18%
Zurich Asset International meskipun tidak memiliki persentase saham terbesar, masih tercatat sebagai pengendali saham DEWA. Ini berarti pihak ini memiliki wewenang strategis dalam pengambilan keputusan penting di perusahaan.
CIMB Securities
- Jumlah saham: 2,59 miliar
- Persentase kepemilikan: 6,38%
CIMB Securities merupakan bagian dari institusi yang terlibat aktif dalam pasar modal Indonesia dan tercatat sebagai pemegang saham signifikan.
Masyarakat (Non‑Warkat)
- Jumlah saham: 27,96 miliar
- Persentase kepemilikan: 68,73%
Mayoritas saham DEWA dimiliki oleh masyarakat umum, menunjukkan tingginya partisipasi investor ritel di perusahaan ini. Kepemilikan ini berperan penting dalam likuiditas dan dinamika perdagangan saham DEWA.
Penerima Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner)
Meskipun pengendali saham secara struktural tercatat adalah Zurich Asset International, informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari saham DEWA adalah Nirwan Dermawan Bakrie, seorang tokoh bisnis Indonesia yang dikenal luas dalam industri energi dan sumber daya mineral.
Ini berarti, pada akhirnya, kendali strategis bukan hanya dilihat dari data institusional semata, tetapi juga dari siapa yang memegang kendali manfaat ekonomi dari saham tersebut.
Sejarah Singkat Kepemilikan Saham DEWA
Untuk memahami konteks Daftar Pemegang Saham DEWA, penting juga melihat sejarah perubahan struktur kepemilikan perusahaan:
- 1991: PT Darma Henwa didirikan.
- 1996: Mayoritas saham diakuisisi oleh Henry Walker Group (Australia).
- 2005: Zurich Asset International mengambil alih kepemilikan dari Henry Walker.
- 2007: DEWA melangsungkan Initial Public Offering (IPO), dengan melepas 3,15 miliar saham ke publik pada harga penawaran Rp335 per saham, menghasilkan dana sebesar Rp1,05 triliun.
Sejak IPO, saham DEWA terus menjadi bagian aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan basis investor yang semakin berkembang.
Kinerja Saham DEWA di Bursa
Tidak hanya menarik dari sisi kepemilikan, saham DEWA juga mendapatkan perhatian pasar modal pada perdagangan akhir Desember 2025.
- 22 Desember 2025: Saham DEWA mencatat salah satu nilai transaksi terbesar (top value) di pasar.
- Nilai transaksi: mencapai Rp627 miliar.
- Volume perdagangan: sekitar 10,96 miliar saham.
- Harga pasar saat itu: sekitar Rp570 per saham.
- Pertumbuhan harga dalam 1 bulan terakhir: sekitar 37%.
- Kapitalisasi pasar: sekitar Rp23,19 triliun.
Ini mencerminkan daya tarik investor yang kuat terhadap saham DEWA, terutama di tengah sentimen positif pasar energi dan komoditas.
Aktivitas Bisnis Utama DEWA
Selain fokus pada saham, hal yang tak kalah penting dalam memahami DEWA adalah aktivitas operasionalnya yang merupakan pondasi fundamental perusahaan.
Jasa Pertambangan
DEWA menyediakan layanan yang mencakup:
- Pengupasan lapisan tanah
- Pengeboran dan persiapan area pertambangan
- Penambangan batu bara
- Pengangkutan batu bara ke area stockpile
Ini merupakan inti bisnis DEWA dalam mendukung industri pertambangan batu bara di Indonesia.
Jasa Infrastruktur Tambang
Perusahaan juga aktif dalam pembangunan fasilitas fisik, seperti:
- Konstruksi jalan dan jembatan di area tambang
- Manajemen konsultasi sipil
- Instalasi mineral dressing plant
- Kegiatan eksplorasi pengeboran dan rehabilitasi lahan
Operasi ini menunjukkan bahwa DEWA tidak hanya bergerak di satu lini, tetapi juga memperluas layanan pendukung yang memberikan nilai tambah bagi klien dan industrinya.
Wilayah Operasional DEWA
Sebagian besar operasi DEWA berfokus di Kalimantan, wilayah yang dikenal sebagai pusat utama bisnis pertambangan batu bara di Indonesia. Selain itu:
- Sumatera
- Jawa
- Sulawesi
- Papua
Juga menjadi area layanan, menunjukkan jangkauan luas DEWA di seluruh nusantara.
Mengetahui Daftar Pemegang Saham DEWA bukan sekadar angka. Data ini sangat penting untuk:
- Menilai stabilitas kepemilikan perusahaan.
- Memahami potensi pengaruh pemegang saham mayoritas terhadap keputusan strategis.
- Menganalisis kepercayaan investor terhadap saham DEWA.
- Mengukur kekuatan investor ritel yang memegang mayoritas saham.
Informasi struktur kepemilikan sering menjadi materi penting dalam riset fundamental sebelum memutuskan investasi jangka panjang.
Penutup
Struktur kepemilikan DEWA pada akhir November 2025 menampilkan keseimbangan antara investor institusi, pengendali strategis, dan dukungan kuat dari pemegang saham publik. Berikut rekapitulasi utamanya:
- Goldwave Capital Limited: 9,38%
- PT Andhesti Tungkas: 9,33%
- Zurich Asset International (pengendali): 6,18%
- CIMB Securities: 6,38%
- Masyarakat (non‑warkat): 68,73%
- Ultimate Beneficial Owner: Nirwan Dermawan Bakrie
Selain itu, kinerja saham yang terus menarik perhatian pasar pada akhir tahun 2025 memperkuat posisi DEWA sebagai saham yang layak dipantau oleh pelaku pasar modal.
Sumber: IDX Channel


