Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penghentian sementara perdagangan dalam dua hari beruntun. Kondisi ini membuat banyak investor, khususnya pemula, bertanya-tanya: apa itu trading halt pada IHSG dan mengapa bisa terjadi?
Trading halt bukan sekadar istilah teknis bursa. Kebijakan ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar, melindungi investor, serta mencegah kepanikan berlebihan ketika tekanan jual terjadi secara ekstrem. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif apa itu trading halt, bagaimana mekanismenya, alasan penerapannya, hingga dampaknya terhadap psikologi dan strategi investor.
Apa Itu Trading Halt pada IHSG?
Trading halt pada IHSG adalah kebijakan penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan ini diterapkan ketika IHSG mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat dan melewati batas tertentu yang telah ditetapkan oleh regulator.
Penghentian ini bersifat sementara, bukan penutupan pasar secara permanen. Setelah waktu yang ditentukan berakhir, perdagangan akan kembali dibuka sesuai jadwal bursa.
Trading halt bukan bertujuan membatasi investor, melainkan untuk:
- Menenangkan kondisi pasar yang terlalu volatil
- Memberi waktu bagi pelaku pasar mencerna informasi
- Menghindari aksi jual panik yang tidak rasional
- Menjaga keadilan dan efisiensi perdagangan
Dengan kata lain, trading halt berfungsi sebagai rem darurat dalam sistem pasar modal.
Kronologi Trading Halt IHSG Terbaru
Pada awal perdagangan Kamis pagi, IHSG mengalami koreksi signifikan hingga menyentuh penurunan 8% dalam satu hari. Indeks tertekan hingga ke kisaran 7.654, mencerminkan dominasi sentimen negatif di pasar.
Data menunjukkan bahwa mayoritas saham bergerak melemah, sementara hanya sebagian kecil yang mampu mencatatkan penguatan. Aktivitas jual jauh lebih besar dibandingkan minat beli.
Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan pada pagi hari melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Setelah jeda selama 30 menit, pasar kembali dibuka tanpa perubahan jadwal perdagangan harian.
Langkah ini merupakan implementasi dari regulasi resmi BEI yang dirancang untuk kondisi pasar ekstrem.
Aturan Resmi Trading Halt di Bursa Efek Indonesia
Trading halt di Indonesia mengacu pada peraturan bursa serta surat keputusan direksi BEI yang mulai berlaku sejak Maret 2025. Regulasi ini mengatur batas penurunan IHSG yang memicu penghentian sementara perdagangan.
- Penurunan Lebih dari 8%: Jika IHSG terkoreksi lebih dari 8% dalam satu hari bursa, BEI akan menghentikan perdagangan selama 30 menit.
- Penurunan Melewati 15%: Apabila tekanan berlanjut hingga melampaui 15%, perdagangan akan kembali dihentikan selama 30 menit tambahan.
- Penurunan di Atas 20%: Dalam skenario ekstrem ketika IHSG anjlok lebih dari 20%, BEI dapat memberlakukan trading suspend hingga akhir sesi atau hari perdagangan berikutnya, dengan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengapa Trading Halt Bisa Terjadi Dua Hari Berturut-turut?
Salah satu pemicu utama gejolak pasar adalah reaksi investor terhadap pengumuman dari lembaga indeks global seperti MSCI. Perubahan bobot atau status suatu negara dalam indeks global sering kali berdampak besar pada arus dana asing.
Ketika tekanan jual muncul secara masif, sentimen pasar dapat berubah sangat cepat. Investor cenderung mengikuti arus, sehingga volatilitas meningkat tajam dalam waktu singkat.
Inilah alasan mengapa trading halt bisa terjadi lebih dari satu kali dalam periode yang berdekatan.
Dampak Trading Halt bagi Investor
Dalam jangka pendek, trading halt bisa menimbulkan:
- Ketidakpastian sementara
- Penundaan eksekusi strategi jual atau beli
- Peningkatan kehati-hatian pelaku pasar
Namun, jeda ini juga memberi waktu bagi investor untuk berpikir lebih rasional.
Bagi investor jangka panjang, trading halt justru bisa menjadi:
- Momentum evaluasi portofolio
- Waktu untuk menilai kembali fundamental saham
- Pengingat pentingnya manajemen risiko
Pasar yang sehat membutuhkan mekanisme perlindungan seperti ini agar tidak jatuh terlalu dalam akibat kepanikan.
Trading Halt Bukan Cerminan Krisis Permanen
Satu hal penting yang sering disalahartikan adalah anggapan bahwa trading halt menandakan krisis ekonomi permanen. Faktanya, trading halt adalah instrumen pengamanan, bukan sinyal kehancuran pasar.
Dalam banyak kasus global, pasar justru mampu pulih secara bertahap setelah mekanisme ini diterapkan, selama fundamental ekonomi tetap terjaga.
Strategi Investor Menghadapi Trading Halt
Beberapa strateginya yaitu:
- Tetap Tenang dan Rasional: Reaksi emosional sering kali menjadi penyebab kerugian terbesar. Trading halt memberi ruang untuk mengendalikan emosi sebelum mengambil keputusan.
- Fokus pada Fundamental: Alih-alih terpaku pada pergerakan harian, investor disarankan untuk meninjau kembali kinerja keuangan, prospek bisnis, dan valuasi saham yang dimiliki.
- Perkuat Manajemen Risiko: Diversifikasi portofolio dan penggunaan dana sesuai profil risiko menjadi kunci bertahan dalam kondisi pasar bergejolak.
Penutup
Memahami apa itu trading halt pada IHSG sangat penting bagi siapa pun yang terlibat di pasar modal Indonesia. Kebijakan ini bukanlah penghalang aktivitas investasi, melainkan mekanisme perlindungan yang dirancang untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.
Trading halt menunjukkan bahwa bursa memiliki sistem pengaman ketika volatilitas meningkat tajam. Bagi investor yang cermat, momen seperti ini justru bisa menjadi kesempatan untuk belajar, mengevaluasi strategi, dan memperkuat fondasi investasi jangka panjang.
Pasar saham selalu bergerak dalam siklus. Yang membedakan investor sukses adalah kemampuan memahami risiko, membaca konteks, dan tetap rasional di tengah tekanan.
Sumber: Kompas.com

